Health

Cegah Bayi Lahir Kondisi Stanting Sejak Remaja

Kegiatan Orientasi Jurnalis dalam upaya keterpaduan dan Peran media, sebagai Gerakan Kampanye Gizi Nasional (KGN), di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Selasa (03/10/17) lalu. Ukhuwahnews/Maya.

Palembang-Ukhuwahnews.com | Gizi yang baik bagi perempuan, dapat mencegah bayi lahir dengan kondisi berat dan panjang badan kurang dari angka normal, dengan anonim stanting. Hal ini menjadi perhatian serius dalam dunia kesehatan, mengingat hingga Tahun 2017 sebanyak 37,2% bayi di Indonesia terlahir dengan kondisi stanting.

Demikian materi dari Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas), Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Ferry Fahrizal SKM MKM, dalam Orientasi Jurnalis dan Keterpaduan Media sebagai Gerakan Kampanye Gizi Nasional bekerja sama IMA World Health, di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Selasa (03/10/17) lalu.

“Bayi pada masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), merupakan masa keemasan yang harus mendapatkan gizi yang baik, agar bayi dapat tumbuh kembang sehat dan cerdas,” ujarnya.

Ferry menjelaskan oleh karena itu fokus dalam upaya pencegahan bayi stanting dengan memperhatikan gizi bagi ibu hamil, bayi dibawah usia dua tahun dan paling penting yaitu remaja putri yang sedang mengalami masa pubertas.

“Remaja putri tidak boleh terkena anemia, biasanya saat sedang menstruasi rentan terkena anemia. namun jika terus mengalami kekurangand darah akut hingga usia kehamilan, dapat mengakibatkan bayi lahir dengan kondisi stanting,” katanya.

Oloria S. AM, Keb, Koordinator Pusat Kesehatan Masyarakat Pembantu (Pustu) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang menjelaskan bahwa anemia terjadi karena kurangnya mengonsumsi gizi terutama zat besi.

“Anemia terjadi karena Hemoglobin (Hb) kurang dari 12, banyak penyebabnya. Salah satunya karena pola makan yang tidak baik, sehingga gizi yang didapat tidak optimal, seperti konsumsi teh juga mempengaruhi,” tutur Oloria.

Menurutnya, pola makan di pagi hari seperti teh seharusnya tidak bisa diminum bersamaan konsumsi makanan karbohidrat, karena justru akan menyerap protein yang ada didalam makanan tersebut.

“Hal tersebut dapat mempengaruhi terjadinya anemia bagi remaja putri,” tambahnya.

Oloria juga menyarankan agar remaja siswi yang masih sekolah menengah atas, saat sedang mengalami masa menstruasi untuk mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) satu kali sehari selama menstruasi, sehingga tidak terkena anemia.

“Mengapa pemberian TTD tersebut penting bagi remaja perempuan? Hal tersebut dalam jangka panjang agar mereka tidak melahirkan bayi dengan kondisi stanting, dimana akan mempengaruhi tumbuh kembang anak nantinya,” tambahnya.

Reporter : Mae

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah