Puisi

Bukan Sebuah Candaan (Kumpulan Puisi Arisa Domiani)

Sumber: Google

Bukan Sebuah Candaan

 

Tak terpikir sebelumnya baku hantam

Kini sangat nyata dalam retina ku

Tak hanya di dunia nyata, kulihat baku hantam

Hampir memecahkan layar ponsel ku

Perang mulut yang berkicau layaknya burung

Pemangsa yang haus akan makanan

 

Manis tutur mu, elok cakap mu

demi Ketidak benaran yang kau agung-agungkan

Hanya untuk menjadi nomor satu

Jangan anggap negeri ini lelucon!

Kau pikir masyarakat Percaya

Bahwa yang kau ucapakan itu benar?

Ingat! Pribumi tak sebodoh itu

Kebenaran tak sebercanda itu

 

Demi seonggok berlian, kau rela jadikan harga diri sebagai bangkai!

Dengan menyebarkan makanan basi untuk untuk dinikmati

Bersama relasi. Tanpa disadari

Esok kau telah ada dibalik jeruji

 

___________________

 

Senja Keputusasaan

 

Kegundahan masih terasa di sore ini

Senja yang datang terasa menghianati

Menertawakan, karena kebodohan

Memberikan segores luka akan penantian

Ini aku

 

Seiringnya waktu berjalan senja memudar

Menyisakan percikan siluet jingga keemasan

Yang lambat laun tertutup awan tebal

Menutup kisah perjalanan hari ini

 

Ini aku yang  hanya  sebatas sunrise

Datang saat pagi menjelang

Tanpa ada yang mengharapkan

Tak seperti sunset

Yang jauh lebih  diagung-agungkan

Saat sore memanggil dan seraya menyapa

 

Lagi, ini aku

Tak seindah pancar mu

Tak serupawan hadir mu

Dan jauh dari kata indah itu

 

Ini aku

Kini hanya serpihan jingga yang menyakitkan

Bagaikan duri yang menghunus

Sampai ke dasar hati

Hilang dengan sejuta harapan

 

Karya: Arisa Domiani (Mahasiswi Jurnalistik 2018, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah