Foto bersama dengan Ketua Umum Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Republik Indonesia pada Seminar BKKBN di ruang Munaqosah Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF) Palembang, Kamis,(30/4/17). Ukhuwahnews/Maya Citra Rosa.

UIN-Ukhuwahnews.com | Membentuk remaja  dengan karakter emas dan berevolusi mental, Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Republik Indonesia mengadakan Seminar Nasional  di ruang Munaqosah Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF) Palembang, Kamis,(30/4/17).

Seminar BKKBN yang mengusung tema membangun peran remaja mewujudkan generasi emas untuk masa depan bangsa ini mengundang langsung  Ketua Umum BKKBN Dr. Surya Chandra Surapaty, Mph Ph D  sebagai pembicara.

Dalam seminarnya Surya menyampaikan bahwa remaja saat ini tidak seharusnya memiliki sikap feodal. Ia mengajak para remaja agar harus lebih dahulu memahami tentang kependudukan dan demokrasi. Salain itu ia juga mengatakan bahwa kemiskinan yang ada di Indonesia menempati kedudukan tingkat bawah dibandingkan dengan negara-negara di Asia lainnya. Dalam hal ini remaja sangat berpengaruh dalam perkembangan ekonomi yang ada di Indonesia. Masyarakat yang masih terkukung dengan pepatah “banyak anak banyak rezeki” membuat indonesia semakin mengalami kesulitan ekonomi, karena hanya mampu melahirkan namun tak mampu mendidik.

“Jika dilihat dari sistem didik yang diberikan pada setiap anak di Indonesia mulai dari lingkungan rumah yang dibimbing oleh ayah dan ibunya, disekolah oleh gurunya, dan dikampus oleh dosennya, serta di lingkungan masyarakat dengan individu lainnya. Lalu kenapa masih saja minim sikap kepemimpinan, karena remaja saat ini masih memiliki sikap feodal yang artinya sulit dalam berkomunikasi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa untuk membentuk negara yang lebih baik maka harus ada perubahan dari diri sendiri. Seminar ini juga sebagai media untuk menyampaikan kepada para remaja bahwa revolusi mental harus dimiliki. Surya menyampaikan beberapa pesan dari BKKBN yang menyatakan bahwa dua anak cukup dalam satu keluarga untuk membangun Indonesia lebih jaya, asalkan dengan terbentuknya generasi yang intelektual.

“Dua anak cukup untuk membangun Indonesia lebih jaya dan terbentuknya generasi yang intelektual,” tambahnya.

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Studi Agama-Agama Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam, Ahmad Doni Aziz mengatakan tujuan dari seminar ini yaitu untuk menciptakan generasi yang lebih maju dalam membatasi jumlah kelahiran anak, karena Indonesia saat ini telah menempati posisi keempat sebagai negara terpadat dengan jumlah 7,2 milyar.

“Tujuan seminar ini, menciptakan generasi lebih maju, dengan cara membatasi jumlah kelahiran anak,” katanya.

Menurut mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Edi Suryana bahwa banyak sekali manfaat dari seminar ini. Salah satu manfaatnya yaitu kita dapat mengetahui pentingnya Keluarga Berencana (KB) untuk masa depan yang lebih baik lagi.

“Hal ini sangat penting bagi mahasiswa karena mahasiswa dapat membuat planing untuk kedepannya agar  Indonesia lebih baik lagi dari yang sekarang,” tutupnya.

Reporter : Nit, Lia.

Editor : Wfi.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah