Universiana

BIROKRASI BELUM STABIL, KALENDER AKADEMIK MOLOR

IAIN-MUSI. Pada awal tahun ajaran 2012 Fakultas Dakwah dan Komunikasi mengalami peningkatan pesat dalam penerimaan mahasiswa baru, tercatat Empat Ratus Tujuh Puluh mahasiswa diterima di Fakultas tersebut. Namun hal ini belum diimbangi dengan sumber daya manusia yang memadai, kurangnya kerja tim antar dosen dan penjadwalan yang bentrok, menyebabkan Fakultas Dakwah gagal memenuhi ketentuan dalam kalender akademik. Akibatnya mahasiswa Fakultas Dakwah terlambat memulai aktivitas perkuliahan.

Alfi, Dekan Fakultas Ushuludin ketika dimintai pendapatnya mengenai hal diatas menyatakan masih bisa memaklumi. “Hal tersebut terjadi kemungkinan karena Pembantu Dekan I dan Pembantu Dekan II Fakultas Dakwah kurang berpengalaman. Apalagi mereka masih baru, masih harus beradaptasi dan menyesuaikan dengan kondisi yang ada.” Ujarnya.

Tidak hanya itu, jumlah mahasiswa yang membludak menjadi salah satu penyebab terhambatnya Fakultas Dakwah mengeluarkan KHS.

“Melonjaknya mahasiswa Dakwah tahun ini mengakibatkan Staf BAAK Dakwah kewalahan mengkordinir data mahasiswa. Juga mahasiswa yang terlambat mengumpulkan tugas, mengakibatkan dosen terlambat memberi nilai.” Tambahnya. (4/03).

Dollah, Pembantu Dekan I Fakultas Adab mengatakan program Simak Online dapat menjadi solusi masalah KHS. “Simak Online mempermudah untuk mengetahui KHS dan Mata Kuliah. Dengan begitu Mahasiswa mudikpun bisa mengetahui KHS dan Mata Kuliah lebih nyaman dan leluasa,  tanpa merepotkan Staf lagi. Dosen pun bisa mengumpulkan nilai kesatu tujuan. Ungkapnya. (5/03)

Dekan Fakultas Dakwah, Kusnadi menjelaskan bahwasannya terdapat kendala teknis dalam penerbitan KHS dan Jadwal Kuliah. Jadwal harus diatur ulang karena banyak yang bentrok, belum lagi dosen yang sudah tua tidak mungkin ditempatkan di lantai atas, adanya mahasiswa yang terlambat mengumpulkan tugas,dan terkadang mati lampu. Mengenai Simak Online sendiri, Kusnadi mengatakan masih kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang ini.  Simak Online kembali menggunakan cara lama (manual). Banyak resiko dari cara manual ini, jika ada kesalahaan maka harus mengulang dari awal, ini penyebab terhambatnya KHS.  (9/03).

Yeni, Mahasiwi Fakultas Dakwah ini mengaku kecewa dengan terlambatnya pembagian KHS, ia mengatakan staf tata usaha Dakwah harus lebih professional. “Pihak yang bertanggung jawab harus lebih professional, Kalau karena melonjaknya Mahasiswa, tak hanya Dakwah yang mengalami peningkatan drastis, masih ada dua Fakultas yang  mahasiswanya selalu meningkat terus tiap tahun. Mengapa kita terlambat?” ungkapnya.

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah