Kabar Sumsel

Beberapa Komunitas Sosial Palembang Bergabung, Gercarkan Aksi Penggalangan Dana untuk Palu-Donggala

Anggota Komunitas Sosial yang melakukan aksi penggalangan dana untuk korban bencana Palu-Donggala di Masjid Agung Palembang. Jum’at(5/10/18). Ukhuwahfoto/ Novi Yanti

Pasca terjadinya gempa yang mengguncang Palu dan Donggala pada Jum’at (28/9/18), mengundang aksi dari beberapa komunitas untuk mengumpulkan sumbangan di sekitar Masjid Agung Kota Palembang, usai solat Jumat (15/10).

Beberapa komunitas yang tergabung dalam aksi bernama Gerakan Sumatera Selatan Bersama Palu-Donggala ini, terdiri dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumatera Selatan, Ikadi, MUI, Kelompok Ojek Online seperti Gojek, Grab, dan komunitas sosial lainnya.

Brand Manager ACT Sumsel, Ardi mengatakan akan membuat posko wilayah, yang berfungsi sebagai pusat informasi data dan sebagai tempat pengumpulan logistik pada masa emergency. Dan menargetkan sebanyak 1.000 ton pangan juga obat-obatan.

“Seperti logistik makanan, tenda, selimut, obat-obatan yang akan diberangkatkan ke Palu-Donggala” katanya.

Sedangkan untuk dana, pihak ACT menargetkan mengumpulkan uang sebanyak 10 miliar, karena melihat persiapan yang banyak dan  jangka waktu pengumpulan yang lebih panjang.

“Kita targetkan bisa menghimpun paling sampai 10 miliar, insyaallah karena kemarin saja untuk lombok yang digerakan selama satu bulan saja, kita kita bisa menghimpun sampai 2 milyar, apalagi untuk palu-donggala yang bisa kita persiapkan lebih awal lagi, lebih dini lagi, saya yakin dari gerakan ini teman-teman bisa bergerak untuk mengumpulkan 10 milyar,” tambahnya.

Kegiatan tersebut sudah berjalan semenjak hari Sabtu di berbagai persimpangan Kota Palembang, seperti di simpang DPRD, simpang Polda, simpang Jakabaring. Selama kegiatan berlangsung, kata Ardi, mereka tetap berkoordinasi dengan pihak dinas sosial terkait dengan izin pelaksanaan.

“Kita juga melakukan penggalangan dana ke masjid-masjid dan sekolah-sekolah. Karena semakin banyak yang tau tentang kabar ini semakin banyak juga yang perduli,” ujarnya.

Ia juga mengharapan dari kegiatan itu, dapat menginspirasi orang banyak bahwa yang bergerak ini bukan dari kalangan tertentu saja.

“Bukan dari kalangan remaja saja, ataupun kalangan aktivis saja, tetapi segalah bentuk masyarakat, pemerintah, pengusaha atau siapapun masyarakat,” tutu Ardi.

 

Reporter : Novi Yanti

Editor : Wilfi

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah