Bazar Kuliner, Realisasi Ilmu Kewirausahaan

Salah satu kelompok bazar kuliner sedang mempersiapkan makanan yang akan mereka jual di Lapangan Voli UIN RF, Selasa (30/4/19). Bazar tersebut digelar oleh mahasiswa program studi Ilmu Perpustakaan semester enam dan empat (red: angkatan 2016-2017) Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF) Palembang. Ukhuwahfoto/Feronika.

UIN RF – Ukhuwahnews.com | Dosen Kewirausahaan Fakultas Adab dan Humaniora, Misroni, punya cara tersendiri dalam menyampaikan ilmu kewirausahaan, seperti pada Bazar Kuliner yang digelar oleh mahasiswa Ilmu Perpustakaan, menurutnya kegiatan tersebut sebagai cara untuk merubah pola pikir mahasiswa.

“Dan juga, supaya mahasiswa mampu menumbuhkan kreativitas dan inovasi, sehingga setelah lulus kuliah mereka tidak hanya menjadi seorang pekerja,” ujarnya di Lapangan Voli UIN RF  Selasa (30/4/19).

Bazar yang diikuti oleh mahasiswa Ilmu Perpustakaan semester enam dan empat (red: angkatan 2016-2017) Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF) Palembang, termasuk dalam bagian praktek mata kuliah kewirausahaan.

“Kalau angkatan 2016 itu termasuk mata kuliah wajib dan untuk angkatan 2017 hanya mata kuliah pilihan,” pungkas Misroni.

Menurutnya, sebelum terselenggaranya bazar tersebut, mahasiswa harus melalui berbagai proses perkuliahan, salah satunya memenuhi absensi sembilan kali peretemuan.

“Pada perkuliahan itu ada teori yang sudah disampaikan, setelah itu dilaksanakannya ujian tengah semester. Kemudian melakukan kunjungan ke Pabrik Sosro dan dilanjutkan dengan praktek bazar kuliner ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Koordinator Bazar, Sari Nurhayati mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari, sejak Senin (29/4) hingga Selasa (30/4). Setelah selesai melaksanakan bazar, kata Sari mereka harus membuat laporan lalu dipresentasikan.

“Mulai dari modal, hasil penjualan, keuntungan penjualan dan kerugian penjualan, itulah yang harus mereka pahami dan paparkan nantinya,” tuturnya.

Salah satu mahasiswa Ilmu perpustakaan, Dewi Krisnawati menuturkan, bazar tersebut sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menjadi lebih aktif

“Jika dikelas hanya sekedar menerima pelajaran, nah kalau sekarang ini dituntut untuk belajar mengemukakan pendapat supaya menghasilkan suatu hal, mengembangkan apa yang dimiliki dan bisa menciptakan lapangan pekerjaan,” tuturnya.

 

Reporter: Siti Srijaya, Vandea

Editor: Melati Arsika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *