Rektorat

Apel Sore PBAK Rusuh, Rektorat Periksa Pihak Bertikai

Kerusuhan yang terjadi, membuat Mahasiswa baru (Maba) UIN RF yang berkumpul apel sore PBAK hari kedua, membubarkan diri pulang, di lapangan UIN RF, Selasa (8/8/17). ukhuwahnews/M.Amin

Terjadi kerusuhan saat Apel Sore Perkenalan Budaya Akademik dan kemahsiswaan (PBAK) UIN RF, di lapangan UIN RF, Selasa (8/8/17). ukhuwahnews/Alfiansyah.

UIN-Ukhuwahnews.com | “Eh, itu ada yang ribut!” teriak seorang mahasiswa melihat ke arah belakang tenda organisasi ekstra kampus, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), tepatnya di lapangan basket Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF) Palembang, saat sedang berkumpulnya mahasiswa baru, melaksanakan apel sore dalam Perkenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2017.

Sore itu, pukul 17.00, Selasa (8/8/17) dua belah kelompok terlibat aksi saling pukul, salah satu pihak terlihat kebanyakan menggunakan baju seragam merah dan celana hitam. Setelah beberapa saat banyak pihak yang melerai, namun kerusuhan tidak terelakkan.

Kerusuhan berubah menjadi aksi saling kejar antar kelompok, bahkan ada yang berlarian mengejar membawa kayu panjang. selama hampir satu jam lamanya, kedua kelompok terus berseteru, hingga membuat maba berhamburan berlarian menghindari para kelompok yang berseteru.

Kerusuhan ini membuat unit kesehatan mahasiswa harus berlarian masuk ke tenda-tenda, membawa tandu yang pingsan karena takut. Aksi kerusuhan ini terus berlangsung hingga apel sore ditiadakan, dan semua maba dipulangkan.

Tidak ada aparat kepolisian yang berjaga saat itu seperti hari pertama PBAK sebelumnya, hingga massa dibubarkan, kepolisian tetap tidak ada. Hanya ada mobil ambulance yang datang membawa korban, yang terkena tusukan pisau oleh salah satu pihak yang bertikai.

Ketua Dewan Ekskutif Mahasiswa, Agus Suherman Tanjung mengatakan saat ini belum ada informasi resmi dan bukti resmi terkait jatuhnya korban tusukan dalam kerusuhan tersebut.

“Kalau yang bawa pisau diluar sepengetahuan kami, tapi kabar dan isunya ada yang bawa,” ujarnya.

Dia menegaskan bahwa yang melakukan penusukan bukan dari pihak Dema, tapi salah satu kakak damping (Kadam) salah satu kelompok PBAK.

Setelah kerusuhan terjadi, Rektor UIN RF, Sirozi dikonfirmasi mengatakan pihak rektorat bersama pihak kepolisian sekitar sedang melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang bertikai.

“Akan ditindak lanjuti, yang bersalah akan kita sanksi,” katanya.

Sirozi juga membenarkan bahwa kurang koordinasinya antara pihak UIN RF dengan kepolisian. Kemudian, pihak rektorat akan melakukan briefing panitia agar lebih disiplin dan melibatkan aparat keamanan.

“Betul, hari ini koordinasi panitia dengan pihak kepolisian kurang maksimal,” tambah Sirozi.

Sirozi menghimbau kepada semua maba dan orang tua tidak perlu khawatir, dan berjanji kerusuhan seperti itu tidak akan terjadi lagi.

“Pihak rektorat akan segera mengambil langkah-langkah preventif agar kekisruhan serupa dan sejenisnya tidak terjadi lagi,” tuturnya.

Reporter : Mae

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah