Gallery

AMPK UIN RF Tuntut Transparansi Pengelolaan Almamater

 

Puluhan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang melakukan aksi demonstrasi dengan membakar ban didepan gedung rektorat UIN, Rabu (18/5/16). Aksi ini merupakan puncak dari aksi yang dilakukan pada senin lalu,  untuk menuntut kejelasan status almamater mahasiswa angkatan 2014 dan 2015 yang belum dibagikan dua tahun terakhir.

Puluhan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang melakukan aksi demonstrasi dengan membakar ban didepan gedung rektorat UIN, Rabu (18/5/16). Aksi ini merupakan puncak dari aksi yang dilakukan pada senin lalu, untuk menuntut kejelasan status almamater mahasiswa angkatan 2014 dan 2015 yang belum dibagikan dua tahun terakhir.

 

UIN-Ukhuwahnews | Aksi dorong mendorong antara pendemo Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus (AMPK) dan security Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF) Palembang tak bisa dihindari. Kericuhan itu berawal ketika massa AMPK merasa orasi penyampaian aspirasi mereka tidak digubris oleh pihak Rektorat UIN RF. Bahkan Rektor Baru, Prof DR Sirozi MA PHD pun tak muncul menemui mereka.

Menurut koordinator lapangan AMPK, Dasri, aksi ini untuk menuntut pihak Rektorat UIN RF supaya dapat transparan mengenai pengelolaan dana almamater.

“Pada angkatan tahun 2012/2013 almamater dibebankan dengan harga 150 ribu/mahasiswa, jadi bisa kita bayangkan pada angkatan 2014/2015 ini dengan jumlah keseluruhan lebih kurang 7000 orang dikali 150 ribu/mahasiswa, maka kita akan mendapatkan hasil dari perkalian ini sebanyak 1,05 miliar,” terang Dasri, rabu (18/5/2016).

Tidak hanya tuntutan tentang transparansi dana almamater, AMPK juga menuntut evaluasi ketentuan UKT dikarenakan memberatkan mahasiswa, juga menanyakan perkembangan hasil keputusan menteri tentang pelantikan rektor baru yang dianggap telah memakzulkan demokrasi, dikarenakan tanpa adanya transparansi dan publikasi hasil dari setiap tahapan mekanisme pemilihan rektor.

“Terakhir mendesak SENAT UIN RF untuk segera melaksanakan rapat pimpinan membahas beberapa permasalahan diatas selambat-lambatnya tiga hari terhitung tanggal 18 Mei 2016,” tambah Dasri.

Di tempat sama, Ketua Dewan Mahasiswa UIN RF, M. Arif Setiawan, ikut prihatin dengan tak transparansinya pihak rektorat. Ia menjelaskan demo ini akan terus dilaksakan sampai tanggal 20 Mei 2016.

“AMPK akan terus menuntut ini,” katanya.

Dari informasi Pegawai Rektorat UIN RF, Rektor Baru UIN RF, Prof DR Sirozi MA PHD sedang tidak ada di kantornya pagi itu. Rabu (18/5/2016).

“Ia ke kantor DPRD karena diundang anggota dewan,” kata pegawai rektorat yang tak mau disebut namanya itu.

Prof DR Sirozi MA PHD belum genap satu minggu menjadi Rektor UIN RF Palembang. Ia baru dilantik oleh Menteri Agama, Lukman Hakim Saifudin, sesuai Surat Keputusan Menteri Agama RI Nomor: B.II/308205,08206 dan 08207 pada tanggal 12 mei 2016 lalu di Jakarta. Masa jabatannya dari 2015 sampai 2020.

Menanggapi hal itu, sekembalinya Prof DR Sirozi MA PHD dari kantor DPRD Sumsel, ia menyampaikan bahwa almamater UIN RF sedang dalam proses pembuatan di Jakarta.

“Sekarang almamater itu lagi proses pembuatan di Jakarta. Yang kemarin-kemarin itu karena ada kesalahan administrasi dan lain-lain, makanya terlambat. Tapi, tenang uangnya masih ada kok,” jelasnya pada Ukhuwahnews.com.

 

Reporter : Prd, Lhl

Editor : Von

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah