Gallery

AMPK Tolak Pelantikan Rektor oleh Kemenag RI

Aksi damai AMPK menolak pelantikan oleh Kementerian Agama (Kemenag) kepada Rektor Baru UIN RF Prof. Dr. H. M. Sirozi Ph,D. di Jakarta pada Kamis (12/05/16) lalu. Ukhuwahnews/Mertisa

Aksi damai AMPK menolak pelantikan oleh Kementerian Agama (Kemenag) kepada Rektor Baru UIN RF Prof. Dr. H. M. Sirozi Ph,D. di Jakarta pada Kamis (12/05/16) lalu. Ukhuwahnews/Mertisa

 

UIN-Ukhuwahnews.com | Aksi damai oleh Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus (AMPK)  Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF) Palembang yang berlangsung di depan gedung rektorat UIN RF diwarnai dengan bakar ban. Senin, (17/5/16). Dalam demonstrasinya AMPK menolak pelantikan oleh Kementerian Agama (Kemenag) kepada Rektor Baru UIN RF Prof. Dr. H. M. Sirozi Ph,D. di Jakarta pada Kamis (12/05/16) lalu.

Penolakan tersebut berdasarkan pada Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 68 Tahun 2015 mengenai pengangkatan serta pemberhentian rektor dan ketua pada perguruan tinggi keagamaan. AMPK  juga menolak penetapan Rektor Baru UIN RF, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama RI Nomor: B.II/308205,08206 dan 08207 dianggap tidak memiliki transparansi dan publikasi hasil dari setiap tahapan pemilihannya, serta dianggap membunuh otonomi kampus UIN RF.

Ketua Dewan Mahasiswa Universitas (Demau) UIN RF, Arif Setiawan mengajak seluruh mahasiswa UIN RF untuk bergerak menunjukkan aksi solidaritasnya dan meminta agar pemilihan rektor dikembalikan kembali pada pemilihan sistem Senat UIN RF, karena hal tersebut lebih menunjukkan transparansi dalam tahapan pemilihannya.

“Siapapun rektor yang terpilih, terpenting harus ada transparansi dalam pemilihannya. Harusnya pemilihan rektor dikembalikan lagi pada sistem Senat. Karena orang luar apalagi Kemenag tidak mengetahui permasalahan yang ada dilingkungan UIN RF ini,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Senat UIN RF, Kailani mengatakan bahwa pemilihan rektor sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Agama Nomor 68 Tahun 2015 yang dipegang oleh UIN RF. Untuk pemilihan rektor kali ini, Senat UIN sudah melaksanakan kewajibannya sebagai penjaring calon dan pertimbangan kualitatif.

Dia menambahkan, prosedur yang dilakukan Senat UIN RF dimulai dari pengumpulan berkas calon rektor, melalui seleksi dan pertimbangan yang ketat. Terpilih dua kandidat, Prof. Dr. H. M. Sirozi Ph,D. Dan Prof. Dr. Abdullah Idi, M.Ed. yang berkasnya dikirimkan dan dilakukan seleksi Tim Kemenag RI, sebelum ditetapkan secara resmi.

“Sesuai dengan peraturan tersebut, Senat UIN RF tidak dapat berbuat banyak, karena keputusan dari Kemenag, dengan adanya aksi dari mahasiswa ini kami hanya bisa menyampaikan aspirasi mahasiswa kepada Kemenag, kami tidak bisa mengambil keputusan langsung,” tutup Kailani.

 

Reporter : Ica

Editor : Mcr

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah