Gallery

AMPD Tuntut Revisi Rundown Festival GMT

Foto : Maya Ratusan masa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Palembang Darussalam menggelar aksi damai menyelamatkan budaya Palembang Darussalam, dengan melakukan longmarch dari Simpang Cinde menuju Kantor Gubernur Sumatera Selatan. Senin (7/3/2016).

Foto : Maya
Ratusan masa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Palembang Darussalam menggelar aksi damai menyelamatkan budaya Palembang Darussalam, dengan melakukan longmarch dari Simpang Cinde menuju Kantor Gubernur Sumatera Selatan. Senin (7/3/2016).

 

Palembang-Ukhuwahnews.com | Aksi damai dalam rangka ajukan tuntutan menyelamatkan budaya Palembang Darussalam serta memperjuangkan nilai kerukunan dari umat Islam, berbagai elemen masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel) bersatu membentuk Aliansi Masyarakat Palembang Darussalam (AMPD).  Dengan melakukan longmarch dari Simpang Cinde menuju Kantor Gubernur Sumsel. Senin (7/3/2016).

Aksi ini ditujukan pada pelaksanaan festival Gerhana Matahari Total (GMT) yang akan dilaksanakan di Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang pada Selasa (8/3/2016). AMPD diwakili oleh Koordinator Aksi, Hendro Assundawi, menginginkan dalam kegiatan dan acara tersebut juga menampilkan budaya-budaya lokal dan khas Palembang.

“Seharusnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata ambil andil dalam hal ini untuk menampilkan budaya asli Palembang juga. Kenapa hanya penampilan budaya luar saja yang ada dalam rundown festival tersebut,”  ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa selain harusnya mengutamakan budaya lokal Palembang, budaya luar itu juga bisa menimbulkan perbuatan syirik bagi umat islam.

“Masyarakat Sumsel kan mayoritas Islam. Maka, kami meminta Majelis Ulama Islam (MUI) Sumsel untuk melarang dengan tegas hal-hal dan perhelatan yang akan menimbulkan perbuatan syirik,” ucapnya dengan berkobar semangat saat orasi.

Koordinator Lapangan, Tri Resta Yogias juga membenarkan jika ada budaya lokal Palembang, maka akan menjadi promosi dan menarik wisatawan untuk datang ke Kota Palembang, tentu dengan budaya islam yang menjadi ciri khas masyarakat di Kota Palembang.

“Kami tidak melarang adanya ritual keagamaan tertentu, selama tidak mengganggu umat agama lainnya. Dan hanya saja untuk rundown acara GMT tersebut haruslah di revisi,” katanya.

Perkara ini ditanggapi oleh Asisten III Sekretariat Daerah (SETDA) Palembang, Ahmad Najib menyatakan menyetujui adanya budaya klokal Palembang untuk ditampilkan pada festival.

“Kami setuju sekali dengan usulan budaya lokal untuk ditampilkan pada festival GMT itu nanti. Kami juga akan mencoba untuk mengusulkan revisi rundown kaegiatan acara festival tersebut,” tuturnya.

Pada akhir orasinya AMPD meminta Gubernur SUMSEL, Alex Noerdin jika tidak merevisi rundown tersebut maka segera copot jabatan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel.

 

Reporter : Mcr

Editor : Von

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah