Kabar Sumsel

Akibat Perubahan Iklim, 100 Tahun Kedepan Manusia Bisa Musnah

Suasana acara diskusi dan buka bersama Mongabay Indonesia di Plaju Ulu, Palembang (7/6/2018), Ukhuwahfoto/Nopri Ismi

Suasana acara diskusi dan buka bersama Mongabay Indonesia di Plaju Ulu, Palembang (7/6/2018), Ukhuwahfoto/Nopri Ismi

Palembang – Ukhuwahnews.com | “Dalam 100 tahun kedepan bisa jadi kehidupan manusia musnah. Hal ini dikarenakan perubahan iklim yang terus terjadi di muka bumi”, ujar Taufik Wijaya saat mengisi agenda diskusi dan buka bersama oleh Mongabay Indonesia di Rumah Srikserta, Plaju Ulu, Palembang, Kamis (7/6/2018).

Laki-laki yang juga sebagai penulis aktif di Mongabay Indonesia ini juga memaparkan penyebab dari pemanasan global.

“Awal mulanya tentu saja dari semakin sedikitnya hutan di bumi, khususnya di Sumatera Selatan. Termasuk didalalamnya semakin sedikitnya lahan gambut di Sumsel yang berperan menyerap karbon dari hasil pembuangan asap knalpot kendaraan. Akibat kurangnya penyerapan karbon tersebut, karbon tentu akan menguap ke udara dan akan menutup serta menipiskan lapisan ozon,” lanjutnya.

Ia juga mengatakan, apabila hal ini tidak di tindaklanjuti maka pada tahun 2030 bisa jadi Palembang akan tenggelam. “Polanya bisa dengan mudah kita tebak. Saat sekarang, pohon terus menerus ditebang, yang kemudian datanglah musin hujan. Disis lain lahan gambut yang berfungsi sepertin spon untuk menyerap air kian habis. Selanjutnya, volume air laut akan terus naik ditambah lagi tidak ada lagi penampungan air yang biasanya dilakukan oleh lahan gambut dan pepohonan,” bebernya.

Maka dari itu, yang bisa dilakukan adalah dengan menimalisir suhu udara paling tidak sebanyak 2 derajat hingga tahun 2030 lanjut pria yang akrab disapa bang TW ini.

Selain itu beliau juga menegaskan proses peminimalisisr tersebut tidah hanya bisa melalui penegakan hukum yang tegas, “usaha juga harus dilakukan melalui jalur perbaikan bukan hanya dengan menghukum pelaku pengrusakan lahan. Karena, walaupun pelaku sudah tertangkap bahkan dihukum mati, proses perubahan iklim juga akan terus terjadi,” ungkapnya.

Efek dari perubahan ilkim pun sudah bisa dirasakan sekarang, “lihat saja, cuaca sudah sangat susah diprediksi, cuaca juga semakin panas. Yang awalnya diprediksi musim hujan malah musim panas, begitu juga sebaliknya. Efek lainnya adalah kesehatan, cuaca yang semakin oanas dapat memicu kanker kulit, karena cahaya yang datang sudah banyak mengandung ultraviolet,”tutup TW.

 

Reporter : Nopri Ismi

Editor : Alfiansyah

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah