Gallery

Ajukan Pra Peradilan Karena Tuduhan Penggelapan Uang 80 Juta Rupiah

Palembang-Ukhuwahnews.com | Merasa tidak terima dijadikan tersangka dengan tuduhan penggelapan uang sebesar 80 Juta Rupiah, Sri Farida binti Suhaimi ajukan Pra Peradilan ke Pengadilan Negeri Palembang. Kasus terkait ialah atas kesepakatan hibah tanah milik Saniah, pada Senin (7/3/2016).

Sainah adalah ibu dari Sri Farida. Karena surat kuasa telah diberikan oleh Sainah kepada Sri Farida. Nama Sri Farida binti Suhaimi lah yang diajukan kasud penggelapan uang.

Sidang pra peradilan hari pertama ini, diawali dengan pernyataan dari pihak pemohon Sri Farida binti Suhaiman, diwakilkan oleh pengacaranya Bustambul Fahmi, S.H, M.H. Sebagai pemohon selain mempertanyakan dasar peralihan status Sri Farida dari saksi menjadi tersangka, juga memperjelas hibah uang 80 Juta Rupiah tersebut.

Usai pernyataan dari pihak pemohon. Pihak termohon dari Polresta Palembang diberikan kesempatan untuk menanggapi. Namun, ternyata pihak termohon tersebut telah mempersiapkan jawaban atas pernyataan dari pihak pemohon.

Pernyataan dari pihak kedua, Polresta mengatakan status tersebut berdasarkan hukum dalam pasal 378 KUHP, berupa lampiran bukti, berita acara saksi, korban dan terlapor yang lengkap. Selain itu, pihak terlapor Amiruddin menuntut ganti rugi atas uang yang telah diberikan sebagai hibah sebesar 80 Juta Rupiah.

Sebagai pihak pemohon Sri Farida tidak menghadiri pra peradilan di hari pertama itu. Namun, diwakili oleh anaknya Zakia Syafei. Zakia mengatakan landasan dasar pengajuan pra peradilan tersebut tidak lain ingin menuntut status tersangka atas nama Sri Farida itu dicabut.

“Kondisi ibu sedang tidak baik. Makanya kami saja yang datang. Yang jelas tujuan kami ini supaya status ibu yang tadinya saksi, kemudian tiba-tiba naik menjadi tersangka ini bisa dicabut. Ya, ini demi masa depan adik-adik saya juga. Dan uang itu juga dari suratnya memang uang hibah kok,” ujarnya.

Zakia menambahkan bahwa ini juga upaya menjelaskan bahwa uang 80 Juta Rupiah memang berupa hibah kepada mereka. Atas data syarat dari surat kesepakatan hibah itu telah dipenuhi justru mereka yang melanggar kesepakatan surat hibah ini, dalam surat kesepakatan tertulis apabila penerima hibah tidak menyepakati perjanjian maka kesepakatan diatas maka perjanjian batal, serta apabila pemberi hibah tidak melaksanakan sesuai kesepakatan maka akan dituntut secara hukum.

“Dari surat ini pun, sudah jelas dia bisa kita tuntut, tapi kenyataannya malah sebaliknya, dia yang menuntut atas dasar penipuan dan penggelapannya yang tidak jelas. Jadi inilah yang kami minta keadilannya,” tambahnya dengan menunjukkan surat kesepakatan hibah tersebut.

Sidang pra peradilan akan terus dilanjutkan dengan agenda selanjutnya penyerahan bukti dari pihak terlapor dan pelapor.

Reporter : Mcr
Editor : Von

Foto : Ellyvon Suasana ruang sidang Pengadilan Negeri Palembang. Saat hakim ketua memulai persidangan pra peradilan pertama atas kasus penggelapan uang oleh Sri Farida dari yang dituntut oleh Amirudin. Senin (7/3/2016)

Foto : Ellyvon
Suasana ruang sidang Pengadilan Negeri Palembang. Saat hakim ketua memulai persidangan pra peradilan pertama atas kasus penggelapan uang oleh Sri Farida dari yang dituntut oleh Amirudin. Senin (7/3/2016)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah