Kabar Sumsel

AJI Targetkan Latih 3000 Fact-Cheker Guna Melawan Hoaks

Desain: Jaiwan

Ukhhuwahnews | Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia kembali menjalin kerjasama dengan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), newsroom media, dan kampus untuk menyelenggarakan training. Program training menargetkan sebanyak 3000 pemeriksa fakta (fact-checker) di lebih dari 25 daerah di Indonesia melalui sejumlah training cek fakta, Senin (15/4/19).

Sekretaris Jenderal AJI Indonesia Revolusi Riza Zulverdi mengatakan, training cek fakta nantinya akan memberikan dampak perubahan diruang Redaksi.

Newsroom lebih berhati-hati agar tidak terjebak menyebarkan hoaks yang muncul di sosial media sebagai bahan berita,” katanya saat pembukaan Training of Trainers (ToT) Google News Initiative 2019, di Bintaro, tanggerang  Selatan, Kamis (11/4).

Sebagai contoh dampak signifikan yang dirasakan ialah ketika terjadi bencana Palu 2018 lalu, dimana saat tsunami Palu terjadi sangat sulit melakukan verifikasi dan konformasi terkait bencana alam setempat. Namun tak selang beberapa lama muncul gambar dan video di social media dan kabar tersebut tidak langsung dikonfirmasi.

“Ada kehati-hatian di Newsroom untuk pemberiaan bencana di Palu, tidak seperti gempa yang terjadi di Jakarta 2017 yang sempat muncul banyak missinformasi,” tambahnya.

Selain itu, ketua AJI Palembang Ibrahim Irsyad, mengajak pers mahasiswa Sumatera Selatan untuk bisa menjadi bagian dari kegiatan Training Cek Fakta dengan mendaftarkan Forum persma atau Lembaga Pers Mahasiswa melalui  http://bit.ly/Permohonan_TrainingCekFakta_GNI209.

“Kawan-kawan persma bisa mengajukan untuk bisa mendapatkan Fact Cheking, didalam Rilis itu ada linknya,” ujarnya

Ia juga menambahkan bahwa pengajuan training pasti akan direspon, dengan syarat minimal 40 orang yang bersedia mengikuti kegiatan tersebut.

“Trainernya itu juga udah pasti tersetifikasi googlenews initiative, yang akan didatangkan langsung dari luar daerah ataupun lokal, sedangkan untuk minimal peserta itu 40 orang,” pungkasnya.

Program ini diharapkan dapat meningkatkan skill jurnalis dan newsroom dalam melakukan verifikasi konten video, gambar dan informasi yang beredar di media sosial serta kembali melakukan kebenaran sebelum mendistribusikan kembalin ke publik yang luas.

 

Reporter : Mita Rosnita

Editor : Fitria

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top
Kancah Kreativitas Ilmiah