Agent Of Change From Millennial Generations

foto/unsplash.com

Penulis : Yuni Rahmawati, Mahasiswa Jurnalistik, UIN Raden Fatah Palembang

Millennial generations atau generasi milenial adalah generasi yang saat ini menjadi topik utama yang dibicarakan oleh masyarakat Indonesia. Istilah Millennials ini dibuat oleh dua pakar sejarah dan penulis Amerika yaitu William Strauss dan Neil Howe dalam beberapa bukunya. Para pakar menggolongkan generasi ini menjadi dua yaitu yang lahir pada kisaran tahun 1980-1990 sampai yang lahir di awal tahun 2000. Jadi, jika dihitung dari seluruh jumlah masyarakat Indonesia, 80 juta-nya adalah para generasi millennial yang berumur 18-37 tahun.

Membahas mengenai generasi milenial berarti kita juga membahas mengenai pemuda dan agen perubahan (Agent Of Change). Prestasi bagi kita semua, karena hari ini memiliki pemuda milenial yang memang lebih pintar dari generasi sebelumnya. James Flynn, seorang ilmuan mengatakan bahwa manusia semakin bertambah kepintarannya seiring dengan perkembangan zaman. IQ manusia rata-rata meningkat sekitar 3 poin setiap dekadenya. Penemuan ini diberi nama Flynn Effect. Namun, satu penemuan saja tidak bisa menjadi rujukkan untuk kita dalam menyimpulkan sesuatu hal, di situlah letak kecerdasan pemuda milenial hari ini. Dengan teknologi yang semakin maju dan modern, kita bisa mencari informasi di situs, web dan portal mana saja untuk menemukan suatu informasi. Dengan adanya teknologi dan social media, memudahkan kita untuk berinteraksi tanpa bertemu langsung kepada lawan bicara. Inilah yang juga menjadi salah satu kebanggaan menjadi pemuda atau generasi milenial. Tidak itu saja, yang namanya pemuda pasti selalu identik dengan kata “Agent Of Change” atau agen perubahan. Pekikan Takbir dari Bung Tomo yang melopori semangat pemuda, lalu dilanjutkan lagi pekikan semangat dari Bung Karno, beliau mengatakan “Berikan aku 10 pemuda, maka akan ku guncangkan dunia”. Begitu hebatnya para pemuda, yang ditempa untuk menjadi calon pemimpin-pemimpin yang nantinya mampu membawa Indonesia kearah yang lebih baik lagi.

Generasi milenial ini memang sudah menjadi bahan pembicaraan di kalangan masyarakat Indonesia. Mereka di sebut-sebut mampu memimpin Indonesia. Namun faktanya hari ini, para pemuda dan generasi milenial tidak semuanya open minded terhadap masalah yang kita hadapi sekarang. Generasi milenial juga kurang dalam masalah berpolitik. Padahal politik itu sangat penting, karena semua yang ada di suatu susunan kenegaraan, itu berhubungan dengan masalah politik. Jika pemuda sekarang tidak paham mengenai peta politik, maka mereka tidak bisa menjadi agen perubahan untuk Indonesia lebih maju. Dan juga masih banyak dari kalangan pemuda yang menutup mata dan tidak peduli dengan keadaan masyarakat saat ini. Ini menjadi PR besar bagi kita untuk selalu ingat, tugas dari pemuda saat ini adalah agen perubahan. Bukan hanya menjadi pemuda yang hidupnya di media sosial tanpa interaksi sosial dengan masyarakat sekelilingnya. Tapi juga menjadi garda terdepan untuk membangun Negara agar lebih baik. Dan agen-agen perubahan ini ialah agen perubahan dari generasi milenial yang mampu menjadi rujukkan bagi masyarakat dan yang nantinya memimpin peradaban yang gemilang.

Kita sebagai generasi milenial dan sekaligus agent of change. Ayo selalu ingat, tumpuan dari sebuah Negara ialah para generasi pemuda. Open your mind, jangan jadikan isi kepala kita ini menjadi sampah. Isilah kepala kita dengan sinergi yang positif, agar kita mempunyai power untuk memimpin dan bergerak. Tumbuhkan rasa peduli dan cinta kasih kita. Jangan ragu untuk membantu sesama. Dan yakinlah suatu saat nanti, kita berada di barisan terdepan dalam urusan bermasyarakat dan bernegara. Karena generasi milenial adalah generasi yang sudah di tempa untuk memimpin Negara ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *